PENETAPAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM TABIR SURYA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Abstract
Krim tabir surya digunakan untuk melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV), sedangkan antioksidan berperan dalam menangkal radikal bebas yang terbentuk akibat paparan UV. Salah satu parameter untuk menggambarkan kemampuan perlindungan krim tabir surya terhadap radiasi UV adalah nilai Sun Protection Factor (SPF), yang terutama menunjukkan tingkat perlindungan terhadap radiasi UVB. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF), mengetahui kesesuaian nilai SPF dengan klaim pada kemasan, serta aktivitas antioksidan krim tabir surya yang beredar di Kota Bengkulu.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan enam sampel krim tabir surya yang dipilih secara purposive sampling. Penetapan SPF dilakukan secara in vitro menggunakan metode Mansur pada panjang gelombang 290–320 nm menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Nilai SPF yang diperoleh dibandingkan dengan nilai SPF yang tercantum pada kemasan untuk mengetahui kesesuaian klaim perlindungan produk dengan hasil pengujian secara in vitro. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode ABTS pada panjang gelombang 743 nm berdasarkan nilai IC₅₀, dengan vitamin C digunakan sebagai kontrol positif.
Hasil penelitian menunjukkan nilai SPF sebesar 0,45–14,32 dan seluruh sampel tidak sesuai dengan klaim SPF 50. Nilai IC₅₀ berkisar 31,80–365,31 ppm, dengan aktivitas antioksidan sangat kuat hingga sangat lemah. Kesimpulan dari penelitian ini, seluruh sampel krim tabir surya tidak memenuhi klaim SPF 50, sedangkan aktivitas antioksidannya bervariasi dari sangat kuat hingga sangat lemah berdasarkan metode ABTS
References
Avianka, V., Mardhiani, Y.D. and Santoso, R. 2022. Studi Pustaka Peningkatan Nilai SPF (Sun Protection Factor) pada Tabir Surya dengan Penambahan Bahan Alam. Jurnal Sains dan Kesehatan; 4(1).
Damayanti, R., Hasan, T. and Iqbal, M. 2024. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dengan metode ABTS. Jurnal Novem Medika Farmasi (JUNOMEFAR); 3(1); 1–9.
Dewi, C.E., Saleh, C., Pratiwi, D.R., Magdaleni, A.R. and Daniel. 2024. Potensi aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun singkil (Premna corymbosa Roxb & Willd.). Jurnal Atomik; 9(2); 137–144.
Firdaus, S., Utari, A.U., Alifah, D.Y. and Jurmadin, W. 2024. Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Krim Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda; 12(2).
Hidayah, H., Mentari, M., Warsito, M.P. and Dinanti, D. 2023. Review Article: Potensi Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Tanaman Untuk Tabir Surya. Journal of Pharmaceutical and Sciences; 6(2); 409–415.
Latifah, F., Sholeh, A.B. and Dharmawan, J.R. 2025. Formulasi dan evaluasi fisik sediaan sunscreen powder zink oksida. Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science; 4(1); 53–59.
Lumantow, V.S., Edy, H.J. and Siampa, J.P. 2023. Formulasi dan Penentuan Nilai SPF Krim Tabir Surya Ekstrak Kulit Buah Lemon Suanggi (Citrus limon (L.) Burm. F.) Secara In Vitro. Jurnal Pharmacon; 12(3).
Pratiwi, S. and Husni, P. 2017. Artikel Tinjauan: Potensi Penggunaan Fitokonstituen Tanaman Indonesia Sebagai Bahan Aktif Tabir Surya. Jurnal Farmaka; 15(4).
Purnamasari, M. 2024. Aktivitas antioksidan dari ekstrak Hydnophytum formicarum dengan metode TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Capacity Assay). Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia; 12(5); 940–947.
Saputri, M., Razali, M., Sari, N., Nadia, S. and Anggreini, D. 2024. Mengenal Lebih Dekat Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Dalam Kosmetik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien; 3(1).
Sari, D.E.M. and Fitrianingsih, S. 2020. Analisis Kadar Nilai Sun Protection Factor (SPF) pada Kosmetik Krim Tabir Surya yang Beredar di Kota Pati Secara In Vitro. Cendekia Journal of Pharmacy; 4(1); 69–79.
Sulistiyowati, A. and Sudarti, Y. 2022. Potensi Keberagaman SPF (Sun Protection Factor) Sunscreen terhadap Perlindungan Paparan Sinar Ultraviolet Berdasarkan Iklim di Indonesia. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan; 12(3).
Theafelicia, Z. and Wulan, S.N. 2023. Perbandingan Berbagai Metode Pengujian Aktivitas Antioksidan (DPPH, ABTS dan FRAP) Pada Teh Hitam (Camellia sinensis). Jurnal Teknologi Pertanian; 24(1).
Utami, Pratiwi, Y., Mubarak, F., Fhahri, Fausia and N. 2023. Variasi Teknik Pengeringan Daun Tekelan (Chromolaena odorata L.) Mempengaruhi Aktivitas Antioksidan: Penelitian Laboratorium dengan Metode ABTS. Health Information: Jurnal Penelitian; 15(2).
Wijaya, V. and Helmi. 2025. Aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun kadamba (Mitragyna speciosa Korth.) dengan metode peredaman ABTS. Jurnal Sains dan Kesehatan; 6(1).
Yudono, B. 2017. Spektrofotometri. Palembang: Unsri Press.
Puspitasari, A.D. and Sumantri. 2019. Aktivitas antioksidan perasan jeruk manis (Citrus sinensis) dan jeruk purut (Citrus hystrix) menggunakan metode ABTS. Majalah Farmasi dan Farmakologi; 23(2); 48–51.
Copyright (c) 2026 Thalia Monica Putri, Elly Mulyani, Neti Afriyani, Herlina (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











