HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN HASIL KLINIS PADA PASIEN PNEUMONIA DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI INDONESIA
Abstract
Pneumonia merupakan penyakit infeksi di jaringan paru-paru yang ditandai dengan peradangan dan penumpukan cairan pada alveoli akibat bakteri patogen. Rasionalitas penggunaan antibiotik sangat krusial untuk keberhasilan pengobatan karena berkaitan langsung dengan hasil klinis pasien. Namun, beberapa penelitian melaporkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan hasil klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keterkaitan antara rasionalitas dalam penggunaan antibiotik dan hasil klinis pada pasien yang mengalami pneumonia di sebuah rumah sakit di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan kohort retrospektif. Subjek yang diteliti adalah pasien pneumonia berusia minimal 18 tahun yang telah menerima antibiotik lebih dari 48 jam. Penilaian rasionalitas dilakukan dengan kategori Gyssens, sementara evaluasi hasil klinis dilakukan setelah 2-3 hari pemberian antibiotik dengan kriteria membaik atau tidak membaik. Hubungan antara rasionalitas pengobatan dan hasil klinis dianalisis menggunakan uji Fisher’s.
Dari total pasien, tercatat 57 pasien (60,64%) menggunakan antibiotik secara rasional, sedangkan 37 pasien (39,36%) tidak rasional. Penyebab utama ketidakrasionalan terbanyak adalah ketidaktepatan dalam interval pemberian (19,40%), diikuti oleh ketidaktepatan dosis (8,21%), durasi yang terlalu singkat (3,73%), dan durasi pengobatan yang terlalu lama (2,24%). Sebanyak 90 pasien (95,74%) mengalami perbaikan kondisi klinis, sedangkan 4 pasien (4,26%) tidak mengalami perbaikan. Hasil dari analisis statistik mengindikasikan adanya hubungan bermakna antara penggunaan antibiotik yang rasional dan hasil klinis (p=0,02). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rasionalitas dalam penggunaan antibiotik memiliki dampak positif terhadap perbaikan kondisi klinis pasien pneumonia.
References
Almirall, J., Serra-Prat, M., Bolíbar, I., & Balasso, V. (2017). Risk Factors for Community-Acquired Pneumonia in Adults: A Systematic Review of Observational Studies. In Respiration (Vol. 94, Issue 3, pp. 299–311). S. Karger AG. https://doi.org/10.1159/000479089
Damayanti, M., Olivianto, E., & Yunita, E. P. (2022). Effects of Rational Use of Antibiotics on Clinical Improvement of Pediatric Inpatients with Pneumonia. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 11(2), 129–144. https://doi.org/10.15416/ijcp.2022.11.2.129
Ditjen Yankes. (2021). Panduan Penatagunaan Antimikroba di Rumah Sakit Edisi I. Kementerian Kesehatan RI.
Hardiana, I., Laksmitawati, D. R., Ramadaniati, H. U., & Sutarno. (2021). Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Pneumonia Komunitas di Instalasi Rawat Inap RSPAD Gatot Subroto. Original Article MFF, 25(1), 1–6. https://doi.org/10.20956/mff.v25i1.11555
Katzung, B. G., & Vanderah, T. W. (2021). Basic & Clinical Pharmacology. In Basic & Clinical Pharmacology (15th ed.). McGraw Hill.
Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS. Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pedoman Penggunaan Antibiotik. Kementerian Kesehatan RI.
Kepmenkes. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2147/2023 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Pneumonia pada Dewasa. Kementerian Kesehatan RI.
Lim, W. S. (2022). Pneumonia—Overview. Encyclopedia of Respiratory Medicine, 4, 185–197. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-801238-3.11636-8
Luna, C. M., Palma, I., Niederman, M. S., Membriani, E., Giovini, V., Wiemken, T. L., Peyrani, P., & Ramirez, J. (2016). The impact of age and comorbidities on the mortality of patients of different age groups admitted with community-acquired pneumonia. Annals of the American Thoracic Society, 13(9), 1519–1526. https://doi.org/10.1513/AnnalsATS.201512-848OC
Milupi, M., & Claybourn, L. (2020). IV to oral switch & 5 Day Stop Policy. NHS Doncaster and Bassetlaw Teaching Hospitals.
NICE. (2023). Pneumonia in adults: diagnosis and management Clinical Guideline. National Institute for Health and Care Excellence. www.nice.org.uk/guidance/cg191
PDPI. (2021). Panduan Umum Praktik Klinis Penyakit Paru dan Pernapasan. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
Peters, Z. J., Ashman, J. J., Schwartzman, A., & Defrances, C. J. (2022). National Hospital Care Survey Demonstration Projects: Examination of Inpatient Hospitalization and Risk of Mortality Among Patients Diagnosed With Pneumonia. In National Health Statistics Reports Number (Vol. 167). https://www.cdc.gov/nchs/products/index.htm.
Restinia, M., Lucida, H., & Gillani, W. (2017). A Study on Clinical Assessment of Antibiotic Used in Chronic Kidney Disease Patients (Studi Penilaian Klinis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis). JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 15(2), 203–209.
Salsabila, N. N., Indraswari, N., & Sujatmiko, B. (2022). Gambaran Kebiasaan Merokok di Indonesia Berdasarkan Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS 5). Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 7(1), 13. https://doi.org/10.7454/eki.v7i1.5394
Tambun, S. H., Puspitasari, I., & Safitri, I. (2019). Evaluasi Luaran Klinis Terapi Antibiotik pada Pasien Community Acquired Pneumonia Anak Rawat Inap. JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice), 9(3), 213. https://doi.org/10.22146/jmpf.47915
Vilay, A. M. (2019). Antibiotic Dosing in Chronic Kidney Disease and End-Stage Renal Disease: A Focus on Contemporary Challenges. In Advances in Chronic Kidney Disease (Vol. 26, Issue 1, pp. 61–71). W.B. Saunders. https://doi.org/10.1053/j.ackd.2018.10.006
Copyright (c) 2026 Andi Ameilia Sari Riandika, Nanang Munif Yasin, Titik Nuryastuti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











