UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.)

  • Latifatun Muthoharoh Program Studi Diploma III Farmasi, Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
  • Dian Ratna Rianti Program Studi Diploma III Farmasi, Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
Keywords: daun kelor, krim, stabilitas fisik

Abstract

  Pemanfaatan daun kelor dalam sediaan krim dengan kandungan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan. Penambahan ekstrak berpengaruh pada stabilitas sediaan krim dikarenakan adanya perbedaan polaritas dengan basis krim sehingga diperlukan uji stabilitas. Pengujian stabilitas fisik diperlukan untuk menjamin sediaan krim tetap memenuhi persyaratan selama masa penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik krim ekstrak daun kelor terkait organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas dalam penyimpanan suhu ruang selama 4 minggu dan membandingkan stabilitas fisik krim dengan ekstrak dan tanpa ekstrak.
 Ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan uji flavonoid ekstrak dan pembuatan krim. Hasil pengujian dianalisis menggunakan SPSS 23.0 dengan uji Repeated ANOVA. Data disajikan dalam bentuk mean ± SD dengan taraf kepercayaan 95%. 
 Uji organoleptik dan homogenitas menunjukan tidak adanya perubahan dan sediaan homogen. Hasil uji pH sediaan krim ekstrak daun kelor pada minggu ke-0, 2 dan 4 berturut-turut 6,38, 6,32 dan 6,42, uji daya lekat yaitu 1,66 detik, 2,08 detik dan 1,42 detik, dan daya sebar yaitu 6,01 cm, 6,15 cm dan 4,99 cm. Pengujian viskositas sediaan krim ekstrak daun kelor mengalami penurunan dari 667,11 cps menjadi 574,38 cps.         Penambahan ekstrak daun kelor mempengaruhi stabilitas fisik krim terkait pH, daya lekat, daya sebar dan viskositas. Terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan stabilitas antara kedua formula pada parameter pH.

References

Erwiyani, A.R., Luhurningtyas, F.P., dan Sunnah, I., 2017. Optimasi Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn). Cendekia Journal of Pharmacy 1 (1) : 77-80.

Erwiyani, A.R., Destiani, D., dan Kabelen, S.A., 2018. Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Sediaan Fisik Krim Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn). Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product 1 (1) : 23-29.

Febrya, I.W.V., 2016. Penggunaan “Green Cosmetic’ dalam Mewujudkakn Perilaku Kesadaran Lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan. 10 (2) : 199-203.

Juntawong, S., Charoenteeraboon, J., Chansiri, G., Tuntarawongsa, T., Katewongsa, P., Phaechamud, T., 2010. Cream Prepared from Emulsifying Polymer: Effect of Oil Content, Strirring Intensity & Mixing Temperature. Research Journal of Pharmaceutical, Biological, and Chemical Sciences 1 (2) : 360-365.

Kurniawan, D, 2015. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera, Lamk) Terhadap Candida albicans Secara In Vitro. Naskah Publikasi. Pontianak : Program Studi Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Kurniasih, N, 2016. Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A Ekstrak Biji Kedelai ( Glycine max L ) : Uji Stabilitas Fisik dan Efek Pada Kulit. Naskah Publikasi. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Lutfiana, 2013. Uji Aktivitas Antiimflamasi Eksrtak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Dengan Metode Stabilisasi Membrane Sel 143 Darah Merah Dengan Metode In Vitro. Skripsi. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.

Marpaung, M. E., Luliana, S., dan Susanti, R., 2015. Uji Aktivitas Krim Ekstrak Metanol Bunga Rosella ( Hibiscus sabdariffa) Sebagai Tabir Surya. Naskah Publikasi. Pontianak : Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Martin, A., Swarbrick, J., dan Cammarata, A., 2008. Farmasi Fisik Dasar-Dasar Kimia Fisik Dalam Ilmu Farmasetik Edisi Ketiga Jilid Dua. Jakarta : Universitas Indonesia Press.
Putri, W. E. S., 2016. Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kelor Terhadap Kualitas Sabun Transparan. E-Journal Edisi Yudisium Universitas Negeri Surabaya 5 (1) : 96-104.
Rohyani, I.S., Evi, A., dan Suripto., 2015. Kandungan fitokimia beberapa jenis tumbuhan lokal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku obat di Pulau Lombok. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon 1 (2) : 388-391.
Rowe, R.C., Sheskey, P.J., dan Quinn, M.E., 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth Edition. Chicago : Pharmaceutical Press.

Safriani, R., Sugihartini, N., Yuliani, S., 2017. Physical characteristic and irritation index of Syzigium aromaticum essential oil in O/W and W/O creams. IOP Conference Series : Materials Science and Engineering 259, 012005.

Sharma, K., Ko, E.Y., Assefa, A.D., Ha, S., Lee, E.T., dan Park, S. W. 2015. Temperatur-dependent studies on the total phenolic, flavonoids, antioxidant activities, and sugar content in six onion varieties. Journal of Food and Drug Analysis 23 : 243-252.

Sugihartini, N. dan Nuryanti, 2017. Formulasi Krim Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) sebagai Sediaan Anti-Aging. Artikel Asli Jurnal Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin 29 (1) : 1-7.

Suhery, W. N., Fernando, A., dan Has, N., 2016. Uji Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Bekatul Padi Ketan Merah Dan Hitam (Oryza sativa L. var. glutinosa) Dan Formulasinya Dalam Sediaan Krim. Pharmacy 13 (01) : 101-115.

Sunnah, I. 2017. Optimasi, Stabilitas, dan Efektivitas Sediaan Krim Anti Aging Tetrahidro Pentagamavunon-5 (THPGV) 5 secara In Vitro dan In Vivo. (Tesis). Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.
Published
2020-03-30
How to Cite
Muthoharoh, L., & Ratna Rianti, D. (2020). UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.). Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 27-35. https://doi.org/10.37089/jofar.v0i0.76
Section
Artikel