FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lam.) De. Wit) DENGAN BASIS HYDROXY PROPYL METHYL CELLULOSE (HPMC)

  • Aurellia Lubapepita Triananda Program Studi Diploma III Farmasi Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
  • Andi Wijaya Program Studi Diploma III Farmasi Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
Keywords: Formulasi, gel, petai cina, HPMC, uji fisik

Abstract

   Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) De Wit.) mengandung senyawa golongan flavonoid,
lektin, alkaloid, saponin, dan tanin yang mempunyai aktivitas sebagai penyembuh luka bakar, sehingga perlu
dikembangkan bentuk sediaan dari daun petai cina berupa sediaan gel dengan basis HPMC. Basis HPMC dipilih
karena mempunyai ketoksikan yang rendah dengan kecepatan pelepasan obat yang baik dan daya sebarnya luas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak daun petai cina dapat dibuat sediaan dalam bentuk gel dan
mengetahui sediaan gel ekstrak daun petai cina dengan basis HPMC dapat dibuat menjadi sediaan gel yang baik
secara fisik.

  Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Formulasi gel ekstrak daun
petai cina menggunakan basis HPMC konsentrasi 3% dengan 2 kelompok, yakni kelompok kontrol tanpa
penambahan ekstrak dan kelompok formula dengan penambahan ekstrak. Setiap formula dilakukan uji sifat fisik
yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar. Hasil uji organoleptis dan homogenitas
dianalisis secara deskriptif, sedangkan uji pH dan uji daya sebar dianalisis secara statistik menggunakan
Independent sampel T-Test dengan taraf kepercayaan 95%.

  Hasil penelitian sediaan gel menunjukkan gel berbentuk semipadat, berbau khas ekstrak petai cina,
berwarna coklat, dan homogen. Hasil pengujian pH berturut-turut 5,93±0,10 dan 5,75±0,05. Hasil pengujian
daya sebar F1 dan F2 berturut-turut 5,16 ±0,015 cm dan 5,22±0,025 cm. Secara statistik hasil uji pH dan uji daya
sebar menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok formula.

  Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun petai cina dapat dibuat gel dengan basis HPMC dan
sediaan gel ekstrak daun petai cina memenuhi persyaratan uji organoleptis, homogenitas, pH, dan daya sebar.

References

Afianti, H. P., dan Murrukmihadi, M., 2015. Pengaruh Variasi Kadar Gelling Agent HPMC Terhadap Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanolik Daun Kemangi (Ocimum basilicum L. forma citratum Back.). Majalah Farmaseutik. 11 (2): 307-315.

Aji, P. D. T., 2018. Pengaruh Ukuran Partikel Simplisa Terhadap Kadar Genistein Pada Ekstraksi Tempe. Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Alfian, M. L., Endah, S. R. N., dan Susanti., 2018. Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit.) Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus. Pharmacoscript. 1(1) : 10-20.

Ansel, H., 2010. Bentuk Sediaan Farmasi dan Sistem Penghantaran Obat. Edisi 9. Buku Kedokteran EGC.

Becatami, O. W., dan Sugihartini, N., 2015. Uji Sifat Fisik dan Aktivitas Daun Petai Cina (Leucaena glauca, Benth) Dalam Berbagai Tipe Basis Salep Sebagai Obat Luka Bakar. Jurnal Ilmiah Farmasi. 12(2) : 186-198

Faisal., Imam, A., Mitra, H., dan Mahyarudin. 2018. Aktivitas Quorum Quenching Bakteri Gram Positif Endofit Tanaman Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Chromobacterium violaceum. Naskah Publikasi. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Fujiastuti, T., Nining, S., 2015. Sifat Fisik dan Daya Iritasi Gel Ekstrak Etanol Herba Pegagan (Centella Asiatica L.) Dengan Variasi Jenis Gelling Agent. Pharmacy. 12(1) : 11-20

Hidayah, U. N. W., 2013. Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Herba Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Dengan HPMC SH 60 Sebagai Gelling Agent dan Uji Penyembuhan Luka Bakar pada Kulit Punggung Kelinci Jantan. Jurnal Ilmiah Farmasi.12(3) : 1-14

Kurniasih, N. 2016. Formulasi Sediaan Krim Tipe M/A Ekstrak Biji Kedelai (Glycine max L.): Uji Stabilitas Fisik dan Efek pada Kulit. Skripsi. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kusumawati, G. D., 2012. Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Webb.) dengan Gelling Agent Hydroxy Propyl Methyl Cellulose (HPMC) 4000 SM dan Aktifitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus Epidermis. Skripsi.Surakarta:Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Madan, J., dan Singh, R., 2010. Formulation and Evaluation of Aloe Vera Topical Gels. Int.J. Of. Sci. 2(2) : 551-555.

Mappa, T., Edy, H. J. and Kojong, N. 2013. Formulasi Gel Ekstrak Daun Sasaladahan (Peperomia pellucida (L.) H.B.K) dan Uji Efektivitasnya Terhadap Luka Bakar pada Kelinci (Oryctolagus Cuniculus). Pharmacon. 2(2) : 49–56.

Muntiaha, M. C., Yamlean, P. V. Y dan Lolo, W. A., 2014. Uji Efektivitas Sediaan Krim Getah Jarak Cina (Jatropha multifida L.) untuk Pengobatan Luka Sayat yang Terinfeksi Bakteri Staphyloccocus aureus pada Kelinci (Orytologus cuniculus). Jurnal Ilmiah Farmasi. 3(3) : 294-302.

Naibaho, O. H., Yamelan, P. V. Y., dan Wiyono, W., 2013. Pengaruh Basis Salep Terhadap Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) pada Kulit Punggung Kelinci yang Dibuat Infeksi Staphylococcus Aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi. 2(2) : 27-33.

Prasetyo., Inoriah, E., 2013. Pengelolaan Budidaya Tanaman Obat-obatan (Bahan Simplisia). Bengkulu : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian UNIB. 17-25.

Priawanto, P. G., 2017. Formulasi dan Uji Kualitas Fisik Sediaan Gel Getah Jarak (Jatropha curcas.). Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Rohmah, S. N., Fuadah, D. Z., dan Girianto, P. W. R., 2016. Efektivitas Daun Petai Cina (Leucaena Leucocephala) dan Daun Jarak Pagar (Jatropha Curcas) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Bakar Grade II pada Tikus Putih (Rattus Novergicus). Jurnal Ilmu Keperawatan. 4(1) : 20-33.

Sa’adah, H., dan Nurhasnawati, H., 2015. Perbandingan Pelarut Etanol dan Air Pada Pembuatan Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine Americana Merr.) Menggunakan Metode Maserasi. Jurnal Ilmiah Manuntung. 1(2) : 149-153.

Sanjaya, O., 2013. Optimasi Humektan Propilenglikol dan Gelling Agent CMC-Na Dalam Sediaan Cooling Gel Ekstrak Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit.) : Aplikasi Desain Faktorial. Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Sayuti, N. A., 2015. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.). Jurnal Kefarmasian Indonesia.5(2):74-82

Setiaputri, M., 2007. Formulasi Sediaan Gel yang Mengandung Ekstrak Buah Duku (Lansium domesticum Corr.) Serta Uji Aktivitas Pelindung Surya Sediaan. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setyaningrum, N. L., 2013. Pengaruh Variasi Kadar Basis HPMC dalam Sediaan Gel Ekstrak Etanolik Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.) Terhadap Sifat Fisik dan Daya Antibakteri pada Staphylococcus aureus. Skripsi. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tunjungsari, D., 2012. Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa (Paleis macrocarpa (Scheff) Boerl.) dengan Basis Carbomer. Skripsi. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ulaen, S. P. J., Banne, Y., dan Suatan, R. A., 2013. Pembuatan Salep Anti Jerawat dari Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Ilmiah Farmasi. 1(8) : 45-49

World Health Organization. 2018. Burns. http://www.who.int/wn/news-room/fact-sheets/detail/burns. Diakses tanggal 27 Agustus 2018.

Yogestinaga, Y. W., 2016 Optimasi Gelling Agent Carbopol dan Humektan Propilen Glikol Dalam Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Binahong (Andredera cordifolia (Ten. Steenis)). Skripsi. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.
Published
2021-03-31
How to Cite
Lubapepita Triananda, A., & Wijaya, A. (2021). FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lam.) De. Wit) DENGAN BASIS HYDROXY PROPYL METHYL CELLULOSE (HPMC). Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 29-36. https://doi.org/10.37089/jofar.vi0.101
Section
Artikel